Saturday, February 3, 2007

Did you??

Did you ever love someone so much that it hurts?

Did you ever hold them in your arms and were afraid to let them go?

Did you ever dream about them and never want to wake cause they would be gone and they were never really yours to take?

Did you ever wonder why you fell so madly in love with them?

Did you ever think that someone could make you feel so good?

Did you ever look into their eyes and see into their soul?

Did you ever hear them say good-bye and were afraid it was for good?

Did you ever cry yourself to sleep because you missed them so?

Did you ever ask yourself why and knew that you would never know?

Did you ever see them going home to someone else's arms?

Did you ever know you couldn't have them but wouldn't let them go?

Did you ever know you found the one who makes your life complete?

Did you ever have to give up the best thing in your life in order to make someone else happy?

Did you ever feel the pain of longing to be with the one you can't have?

Did you?

3 comments:

Anonymous said...

berceritalah lagi tentang dunia yang sepi....katakan pada senja kepada siapa ia harus berpijak....
berpikirlah tentang daun-daun yang berguguran...dan sejuknya angin dipagi hari....
semuanya tak harus menunggu waktu...
semuanya tak pernah bertanya...
karena semuanya mempunyai arti yang cukup untuk menghibur kita....
hmmm....hiduplah dalam senyummu...dan tawamu...
sesekalilah titikkan air matamu...
hmmmm....

Anonymous said...

Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah
lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang
disaat kamu tidak mengharapkannya.
Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin
sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada
seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru
dan pilih yang terbaik.
Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna"
bagi seseorang.
Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat
membantumu menjadi dirimu sendiri.
Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Ma'afkan aku".
Bukan "Kamu dimana sih?",
tapi "Aku disini".
Bukan "Gimana sih kamu?",
tapi "Aku ngerti kok".
Bukan "Coba kamu gak kayak gini",
tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".
Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak
perduli.
Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah
ada.
Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu
akan menghancurkan
hatinya.
Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu
lakukan hanya berbohong.
Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang
lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu
tidak berniat untuk menangkapnya...!
Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur
berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun
berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama
kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama
lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu
inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang
berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan
dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan
terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa,
berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan
cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan
pernah simpan kesedihan itu.
Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang
berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi
kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia
bersama kamu.
Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan
seseorang. Lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan
oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi
apabila seseorang yang kamu sayangi.., tidak tahu apa
yang sesungguhnya kamu rasakan.
Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan
seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa
dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan
banyak waktu untuk orang yang tidak pernah
menghargainya.
Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan
pernah "worth it" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi.

Biarkan dia pergi...
But … love like when you move in the single line …
never come back to you if you miss it … so … pray for
it … and
goodluck …

Anonymous said...

Kenapa tak pernah kau tambatkan perahumu di satu dermaga?
Padahal kulihat, bukan hanya satu pelabuhan tenang yang mau menerima kehadiran kapalmu.

Kalau dulu memang pernah ada satu pelabuhan kecil, yang kemudian harus kau lupakan, mengapa tak kau cari pelabuhan lain yang akan memberikan rasa damai yang lebih?

Seandainya kau mau, buka tirai disanubarimu, dan kau akan tahu, pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya hingga pelabuhan itu jadi rumahmu, rumah dan pelabuhan hatimu.